Rahasia Sehat Dengan Humidifier Dan Diffuser

Humidifier Dan Diffuser

Rahasia Sehat Dengan Humidifier Dan Diffuser – Bagi anda pekerja kantor yang harus berada sebagian besar waktunya di ruangan terutama ber-AC, kondisi ruangan menjadi satu perhatian penting dalam hal menjaga kondisi kelembapan dan kesegaran ruangan tersebut, karena akan mempengaruhi kulit dan tingkat kesehatan anda. Contoh, masalah ruang ber-AC biasanya akan membuat kulit menjadi kering, belum lagi bakteri-bakteri yang berseliweran di udara. Apalagi ketika dalam satu ruangan ada yang sedang terjangkit penyakit seperti batuk atau flu yang biasanya mudah menyebar dan menular.

Humidifier dan Diffuser bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah tersebut. tapi untuk menggunakannya, pastikan dulu prioritas yang ingin anda capai. Apabila anda ingin mengejar kelembapan udara maka gunakan humidifier, tapi apabila anda berat memilih kesegaran, sekaligus terapi kesehatan, diffuser menjadi pilihan. Mengkombinasikan keduanya pun tidak ada salahnya.

Humidifier

Fungsi humidifier lebih umum sebagai alat untuk menjaga kelembapan ruangan, juga efektif menangkal debu, serbuk sari, virus dan bakteri yang bisa menyebabkan alergi dan penyakit. Dengan begitu humidifier akan sangat cocok untuk terapi bagi penderita yang memang kekurangan supply air dalam sistem tubuhnya, seperti orang yang terkena radang tenggorokan, batuk kering, sinusitas, kulit kering, dan lain sebagainya.

Kebanyakan humudifier umumnya didesain untuk digunakan dengan air, karena fungsinya untuk melembabkan ruangan. Tingkat kelembapan ruangan normalnya berkisar antara 40-60%, diluar range itu akan sangat berbahaya bagi kulit. Kelembapan air tergantung dengan air dan suhu/temperatur ruangan. Sebuah humidifier dalam proses kerjanya membutuhkan volume air yang cukup besar, satu tank humidifier bisa membutuhkan sekitar 3 liter air. Tapi kebutuhan air ini, tergantung dari ukuran besar kecilnya humidifier itu sendiri. Air yang ada dalam sebuah humidifier akan melakukan proses penguapan untuk melembabkan ruangan, dengan tergantung pada suhu ruangan. Apabila suhu udara ruangan kering dan temperatur ruangan tidak terlalu tinggi, maka tingkat kelembapan meningkat secara lamban.

Anyway, desain humidifier pada umumnya dibuat untuk bekerja dengan air, apabila anda ingin memberikan tetesan essential oil, pastikan bahwa humidifiier yang anda beli, memang bisa digunakan untuk essential oil. Karena essential oil bisa menghancurkan plastik, terutama jenis citrus. Sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada humidifier. Pastikan juga jangan menggunakan air hangat, karena air hangat akan merusak zat dalam essential oil sehingga membahayakan tubuh.

Berdasarkan cara kerjanya humidifier sendiri memiliki beberapa tipe secara umum bagi kebanyakan merk baik yang ukuran besar atau mini. Berikut beberapa tipe humidifier yang perlu anda tahu:

1. Tipe Uap

Karena memang air menjadi bahan utama untuk proses kerja sebuah humidifier, maka cara kerjanya dengan memanaskan air untuk menghasilkan uap. Uap hangat ini akan bermanfaat membunuh bakteri yang berseliweran di udara, terlebih anda tinggal di dataran tinggi.

2. Gelombang Ultrasonik

Gelombang ultrasonik akan bekerja menguraikan air dan mengubahnya menjadi uap air. Energi jenis ini memang low cost, sehingga anda bisa menghemat biaya listrik, tapi masalahnya bakteri mudah berkembang biak di air. Karena itu,  pilihlah jenis humidifier dengan tambahan fungsi sterilisasi.

3. Hibrid

Cara kerja humidifier jenis ini biasanya ada 2 model sistem: 1. Kombinasi sistem uap & vaporisasi; 2. Kombinasi sistem uap & gelombang ultrasonik. Anda bisa menggabungkan tipe humidifier yang berbeda untuk mengatasi kelemahan dari masing-masing tipe.

4. Vaporisasi 

Humidifier jenis ini berkerja dengan memanfaatkan angin untuk melewati penyaring berisi air dan uap air. Bayangkan ketika anda mengeringkan handuk basah di dalam ruangan sehingga membuat ruangan tersebut menjadi lebih lembap. Seperti itulah cara kerjanya.

Diffuser

Pada dasarnya, sebuah alat diffuser yang baik bekerja dengan menggunakan air dingin untuk memecah essential oil menjadi partikel-partikel yang lebih kecil sehingga bisa menyebar dalam ruangan udara dan lebih mudah untuk  diserap tubuh. Selain bisa menimbulkan wangi karena aroma tetesan essential oil yang dimasukkan ke dalam diffuser, sebuah diffuser bisa menjadi alat terapi kesehatan yang luar biasa. Seperti terapi bagi orang-orang yang mengalami kesulitan tidur.

Diffuser tidak membutuhkan banyak air, seperti humidifier. Bahkan ada jenis diffuser yang tidak membutuhkan air sama sekali. Karena itu penggunaan diffuser sebaiknya di atur jangka waktunya. Essential oil memang bagus untuk tujuan terapi kesehatan, tapi berikan jeda waktu agar partikel-partikel essential oil diserap oleh tubuh dapat bekerja secara optimal. Setidaknya 15 detik untuk setiap menitnya.

Berbeda dengan humidifier, yang umumnya bahan utamanya adalah air, sehingga penggunaannya bisa seharian, karena tubuh memang wajib menyerap air sebanyak mungkin untuk kesehatan yang maksimal.

Diffuser sebaiknya digunakan pada ruangan yang lebih kecil, seperi kamar tidur. Sedangkan humidifier bagus diletakkan di ruang yang lebih besar, seperti ruang keluarga atau ruang tamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *