8 Tips Memilih Lampu Tidur LED Minimalis

8 Tips Memilih Lampu Tidur LED Mini – Saat tidur merupakan waktu terbaik untuk memenuhi kebutuhan istirahat tubuh, terutama di malam hari. Berdasakan informasi hasil penelitian, tidur dalam kondisi lampu dimatikan atau gelap, terbukti memiliki manfaat yang lebih besar bagi kesehatan tubuh, seperti dapat meningkatkan relaksasi, imunitas tubuh, menurunkan berat badan, sampai menurunkan dan menghindarkan berbagai macam penyakit, seperti resiko kanker payudara, sel darah putih, prostat dan lain sebagainya.

Namun tidak semua orang bisa tidur dalam kondisi gelap gulita, tentunya dengan berbagai alasan masing-masing, seperti ada yang memang takut dengan kegelapan. Karena itu lampu tidur bisa menjadi alternatif solusi. Meskipun lampu tidur pasti masih memendarkan cahaya, namun intensitas pemendaran masih cukup redup dibandingkan harus menggunakan lampu kamar yang cahayanya terang benderang menerangi seluruh kamar. Setidaknya bisa meminimalisir resiko kesehatan ketika anda tidur dari pengaruh radiasi sinar lampu yang terang benderang yang bisa membahayakan kesehatan tubuh anda.

Di pasaran banyak sekali jenis lampu yang dijual, khususnya lampu tidur LED (Light Emitting Diode) dengan ukuran mini. Apalagi semakin kesini, orang lebih menyukai benda-benda dengan berukuran minimalis, sederhana, praktis dan fungsionalitasnya tidak diragukan serta handal. Selain itu, lampu tidur LED banyak dipilih, salah satu alasannya karena lampu ini hemat energi, sehingga tidak perlu khawatir akan biaya listrik yang akan menjadi membengkak. Berikut beberapa pertimbangan yang bisa anda gunakan saat anda akan membeli lampu tidur LED.

lampu tidur led

1. Ukuran Ruang

Memilih Lampu tidur LED dengan ukuran minimalis, salah satu alasan  adalah ukuran ruangan. Apalagi kalau kamar tidur anda berukuran kecil. Karena itu penting untuk memperhatikan ukuran ruangan dan tempat peletakan furnitur untuk lampu tidur LED tersebut atau yang menjadi titik pusat cahaya.

Lampu tidur LED berukuran minimalis juga tidak masalah diletakkan pada ruangan yang agak besar, namun penyebaran cahayanya terbatas, apalagi kalau anda tipe orang yang menyukai cahaya yang sangat redup.

2. Mudah Diletakkan

Pilihlah lampu tidur LED yang mudah diletakkan di atas meja dekat tempat tidur atau furnitur lainnya. Selain itu mudah dipindahkan juga sesuai keinginan dan kebutuhan.

3. Faktor Keamanan

Pilih lampu tidur LED yang memiliki fitur keamanan, sehingga menghindarkan dan meminimalisir resiko kebakaran. Contohnya memilih lampu tidur yang mati secara otomatis ketika jatuh dan lampu tidur yang memiliki bohlam dengan pengaturan suhu, sehingga bisa menekan kenaikan suhu, terlebih digunakan semalaman.

4. Catu Daya

Untuk kebutuhan daya lampu tidur LED biasanya menggunakan stop kontak, usb, atau baterai bertenaga surya, tergantung dari fitur yang ditawarkan.

Lampu tidur LED memiliki daya efisiensi lebih baik dibanding dengan lampu konvensional. Apalagi pada malam hari, biasanya daya penyedotan listrik lebih besar dibanding waktu di siang hari. Sebagai conoth lampu LED yang berukuran 8-12 watt memiliki intensitas cahaya yang sama dengan lampu biasa dengan daya sebesar 60 watt. Kalau ada yang lebih hemat dan murah kenapa tidak.

5. Warna Lampu

Sebaiknya jangan pernah memilih lampu tidur berwarna putih karena cahaya putih bisa menimbulkan resiko kesehatan yang lebih besar. Pilihlah warna-warna redup, agak menguning. Lampu tidur LED yang beredar di pasar banyak juga yang sudah memberikan fitur variasi warna cahaya lebih dari 2 warna dengan sebuah tombol pengaturan, bahkan ada yang hanya disentuh atau ditepuk dengan tangan.

6. Mode Intensitas Cahaya

Kalau bisa pilihlah lampu tidur yang memiliki mode lampu pengaturan intensitas cahaya, sehingga intensitas cahayanya bisa diatur sesuai dengan kebutuhannya. Contohnya intensitas 10% untuk cahaya malam saat tidur, intensitas 50% untuk kebutuhan membaca, dan mode intensitas 100% untuk pencahayaan ruangan

7. Selaras Dengan Interior

Pilihan lampu tidur yang sesuai dengan desain interior ruangan tempat anda meletakkan lampu tersebut. Memang kalau lampu tidur LED dengan bentuk mini, tidak terlalu kelihatan keberadaannya, apalagi ketika siang hari, mungkin hanya dianggap sebagai pajangan saja, kecuali saat malam ketika digunakan. Namun tidak ada salahnya anda memilih lampu tidur yang sesuai dengan nuansa ruangan. Sebagai contoh kamar tidur anak perempuan yang dindingnya diselimuti wallpaper dengan dominan warna pink, anda bisa pilih warna cahaya lampu yang cocok dengan warna pink, seperti warna ungu, magenta, dll, sesuai dengan selera desain interior anda. 

8. Desain Unik

Di pasaran lampu tidur LED dengan bentuk minimalis, banyak tersedia dengan berbagai macam desain unik mengikuti trend dan selera pasar. Seperti desain binatang, kendaraan atau objek lainnya. Pilihlah desain yang menjadi kesukaan anda, sehingga anda nyaman menggunakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *